PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR -Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau, resmi mencanangkan target peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) untuk tahun 2026. Setelah lima tahun tertahan di level Madya, Pemkab Kampar kini menggeser fokus pada penguatan fasilitas publik dan intervensi kesehatan guna menekan angka kekerasan serta menjamin tumbuh kembang anak.
Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Gugus Tugas KLA, Dr. Hj. Misharti, menegaskan bahwa pencapaian target ini bukan sekadar mengejar status, melainkan upaya konkret dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
"Target kita jelas, tahun 2026 ini harus naik predikat. Saya minta seluruh Kepala OPD memberikan dukungan penuh, terutama dalam memastikan setiap anak di Kampar mendapatkan akses perlindungan dan kesehatan yang layak," ujar Misharti dalam Forum Koordinasi Gugus Tugas KLA di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (22/4).
Fokus Kesehatan dan Lingkungan Aman
Dalam peta jalan menuju KLA 2026, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kampar menekankan empat pilar utama.
Sektor kesehatan dan pencegahan menjadi sorotan utama melalui, yaitu Edukasi Kesehatan Masif, melakukan penguatan regulasi terkait perlindungan anak dari tindakan kekerasan fisik maupun verbal yang berdampak pada kesehatan mental.
Kemudian Fasilitas Publik Ramah Anak, dengan memperbanyak ruang terbuka hijau dan sarana publik yang menjamin keamanan fisik anak dan Transformasi Rumah Ibadah, Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA) sebagai langkah memastikan masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya bersih dari ancaman kesehatan lingkungan dan sosial.
Kepala Dinas DPPKBP3A Kampar, Drs. Edi Afrizal, menyatakan bahwa rumah ibadah akan didorong menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak.
"Kita ingin memastikan rumah ibadah berperan aktif dalam perlindungan anak, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang mereka," tuturnya.
Bersamaan dengan agenda tersebut, Pemkab Kampar melantik pengurus Forum Anak Kampar (FAKAR) periode 2025-2027 yang dipimpin oleh Muhammad Afghani Abdullah.
Wakil Bupati berharap FAKAR tidak hanya menjadi simbol organisasi, tetapi bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah untuk menyuarakan isu-isu krusial, khususnya di bidang pendidikan dan akses layanan kesehatan bagi anak-anak di pelosok Kampar.
Langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi target Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030. Penandatanganan komitmen bersama perwakilan Kementerian Agama, Polres Kampar, dan tokoh lintas agama menjadi penutup rangkaian komitmen Pemkab Kampar dalam membenahi ekosistem perlindungan anak dari hulu ke hilir. (Adv)
#Pemkab Kampar