PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR -Gemuruh sorak-sorai warga memecah ketenangan tepian Sungai Kampar, Desa Pulau Lawas, Sabtu (4/4). Bukan tanpa alasan, perlombaan pacu sampan tradisional kembali digelar, mengubah aliran sungai menjadi arena kompetisi sekaligus magnet wisata budaya yang memikat.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, yang turun langsung meninjau lokasi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas olahraga air. Menurutnya, pacu sampan adalah aset fundamental yang mampu mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Kampar.
"Pacu sampan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Selain itu, kegiatan ini memiliki potensi besar dalam menarik kunjungan wisatawan," ujar Ahmad Yuzar di sela-sela kegiatannya berbaur dengan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kampar tampaknya mulai serius melirik tradisi lokal sebagai instrumen penggerak ekonomi. Ahmad berharap kegiatan serupa dapat dikelola secara berkelanjutan dan dikembangkan menjadi kalender wisata tahunan yang lebih profesional.
Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam pengembangan destinasi ini antara lain, pelestarian budaya, menjaga nilai historis mengayuh sampan sebagai identitas masyarakat sungai.
Kemudian menghidupkan UMKM di sekitar lokasi perlombaan melalui lonjakan pengunjung, ini tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dengan mengemas kompetisi tradisional ke dalam standar atraksi seperti ini layak dinikmati wisatawan mancanegara.
Suasana di Desa Pulau Lawas sore itu juga menjadi panggung diplomasi kultural. Ahmad Yuzar terlihat bercengkerama tanpa sekat dengan warga, menciptakan atmosfer hangat yang jarang terlihat di acara formal pemerintahan.
Perhelatan yang berlangsung hingga petang ini ditutup dengan semangat sportivitas tinggi dari para peserta. Bagi masyarakat Kampar, sampan yang melaju kencang di sungai adalah simbol harapan agar pariwisata daerah mereka juga mampu melesat serupa di kancah nasional.
#Pemkab Kampar