PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR - Gelanggang Remaja Pekanbaru mendadak riuh oleh antusiasme ribuan praktisi pendidikan pada Rabu (7/1). Mereka berkumpul dalam perhelatan Riau Edutech Campus Summit 2 Tahun 2026, sebuah ajang bergengsi yang membedah masa depan pendidikan di era digital.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua PGRI Kampar, Dr. Hj. Misharti, Anggota DPR RI Dapil Riau, Karmila Sari, serta Ketua PGRI Provinsi Riau, Dr. Adolf Bastian.
Dalam orasinya, Misharti menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus segera direspons oleh seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi adalah kunci utama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap para pendidik dan peserta didik dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Misharti di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari guru, dosen, hingga pelajar.
Sejalan dengan hal tersebut, legislator Senayan, Karmila Sari, menyoroti pentingnya ekosistem yang solid. Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan di Bumi Lancang Kuning tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja.
"Perlu ada kolaborasi konkret antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia industri untuk menjawab tantangan era digital," tegas Karmila.
Di sisi lain, Ketua PGRI Riau, Adolf Bastian, memastikan bahwa organisasi profesi guru akan terus berdiri di garda terdepan dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Fokus utamanya adalah mendorong metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif berbasis teknologi.
Rangkaian acara ini tidak hanya berisi seremonial, tetapi juga diisi dengan:
-
Seminar Pendidikan: Mengupas tren teknologi global.
-
Diskusi Panel: Wadah tukar pikiran antar pakar.
-
Pameran Inovasi: Unjuk gigi teknologi pendidikan terbaru.