PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR - Di tengah gempuran kuliner modern dan penyedap rasa instan, aroma autentik dari dapur Kampar Kiri menyeruak, membawa kembali ingatan pada jamuan-jamuan adat yang sakral, Rabu (08/04), udara di Festival Kreatif Lipat Kain terasa lebih pekat dengan wangi rempah asli yang berasal dari dua hidangan legendaris yaitu 'Tumi Lompok Ayam Kacau dan Sambal Kacau'.
Dua menu ini bukanlah sekadar santapan biasa. Di wilayah Kampar Kiri, keduanya adalah simbol kehormatan yang hanya muncul dalam momen-momen penting atau perhelatan adat besar.
Sepuluh peserta lomba memasak nampak sibuk beradu ketangkasan tangan di atas tungku. Fokus utama bukan hanya pada kecepatan, melainkan pada kemurnian rasa. Keunikan utama dari Tumi Lompok ini terletak pada prinsip "kembali ke alam".
Ocu Musa, juri sekaligus praktisi kuliner dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, memberikan catatan khusus mengenai kualitas masakan para peserta tahun ini.
"Seluruh peserta menggunakan rempah dan bumbu asli tanpa bahan penyedap buatan. Inilah yang membuat cita rasanya benar-benar khas dan otentik," ujar Ocu Musa dengan raut puas.
Penggunaan bumbu dasar yang diolah secara manual-tanpa campur tangan MSG menjadi kunci mengapa hidangan ini memiliki kedalaman rasa yang sulit ditiru oleh masakan komersial. Teknik "kacau" (mengaduk terus-menerus) memastikan bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging ayam, menciptakan tekstur yang kaya dan aroma yang menggugah selera.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno dalam gelaran ini menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar urusan perut, melainkan identitas bangsa. Festival ini menjadi barikade untuk memastikan generasi muda tidak hanya mengenal makanan cepat saji, tetapi juga mencintai warisan leluhur mereka.
Namun, tentu saja, sebuah budaya tidak bisa bertahan hanya dengan disimpan di dalam museum. Ocu Musa menekankan bahwa tujuan akhir dari lomba ini adalah edukasi dan pelestarian yang dinamis.
"Inilah tujuan kita, bagaimana kita kembali pada cita rasa asli Kampar," tambahnya.
Eksistensi Tumi Lompok Ayam Kacau dan Sambal Kacau di festival ini diharapkan menjadi pemantik bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Jika dikelola dengan standar yang baik, hidangan autentik ini berpotensi menjadi magnet wisata kuliner yang kuat bagi Kabupaten Kampar.
Memang benar, terkadang kita perlu menoleh ke belakang untuk menemukan rasa yang paling jujur. Sebab, di dunia yang serba instan ini, menjaga keaslian rempah adalah bentuk perlawanan yang paling elegan sekaligus bijak terhadap hilangnya identitas budaya.
#Pemkab Kampar