PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar menggelar rapat paripurna terkait Laporan Badan Anggaran (Banggar) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Pertemuan ini menjadi krusial dalam menentukan arah kebijakan fiskal dan pembangunan daerah untuk tahun mendatang.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kampar, Bangkinang Kota, Senin (24/11) tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, serta Pj Bupati Kampar Ahmad Yuzar.
Dalam pemaparannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen akuntabilitas publik. Ia menyebut dokumen ini sebagai potret kinerja pemerintah dalam mengelola keuangan demi pelayanan masyarakat.
"Nota keuangan RAPBD tahun 2026 ini disusun berdasarkan dokumen perencanaan yang telah disepakati, yakni RKPD serta KUA-PPAS 2026," ujar Ahmad Yuzar dalam arahannya.
Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa draf anggaran kali ini mencakup proyeksi pendapatan, alokasi belanja, hingga strategi pembiayaan yang komprehensif. Pemerintah Kabupaten Kampar telah menetapkan sejumlah sektor prioritas yang akan menjadi tumpuan di tahun 2026.
Setidaknya ada lima poin utama yang menjadi fokus penggunaan anggaran tahun depan:
-
Pemulihan ekonomi daerah pasca-pandemi dan tantangan global.
-
Penguatan infrastruktur wilayah.
-
Peningkatan kualitas pendidikan.
-
Optimalisasi layanan kesehatan.
-
Pengembangan ekonomi kerakyatan.
Menariknya, dalam forum tersebut, Ahmad Yuzar secara terbuka mengapresiasi peran DPRD yang terus mengawal proses penganggaran dengan kritis. Baginya, dinamika dalam rapat paripurna adalah vitamin bagi perbaikan kinerja eksekutif.
"Kritik dari DPRD bagi kami adalah modal untuk bekerja lebih baik," tuturnya secara elegan di hadapan para anggota dewan dan kepala OPD.
Ia berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif ini mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat Kampar.
"Rapat ini adalah bukti nyata sinergi dalam membangun daerah. Kami berharap pengesahan APBD 2026 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola yang partisipatif," pungkasnya.
#Pemkab Kampar