PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar resmi memulai proses verifikasi lapangan atau visitasi terhadap 31 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kampar, Riau. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan standar mutu pelayanan dan legalitas operasional fasilitas kesehatan tetap terjaga.
Berdasarkan data yang dihimpun, kegiatan yang dimulai pada awal April 2026 ini melibatkan tim gabungan lintas sektoral. Visitasi ini difokuskan pada perpanjangan izin operasional guna menjamin bahwa setiap faskes tingkat pertama di Kampar memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang terstandardisasi. Visitasi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan pengecekan kualitas fasilitas dan kesiapan sumber daya manusia secara langsung di lapangan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Asmara Fitrah Abadi, Kamis (2/4).
Selain verifikasi perizinan, kunjungan tim Dinkes ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap capaian program kesehatan nasional di tingkat kecamatan. Kampar saat ini tengah menjadi sorotan positif setelah berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya, dengan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan mencapai 99,73 persen per 1 Januari 2026.
Namun, pemerintah daerah enggan berpuas diri. Evaluasi di lapangan kini juga menyasar pada efektivitas program Catch Up Campaign (CUC) atau Imunisasi Kejar Campak. Dinas Kesehatan mencatat masih ada ribuan sasaran bayi dan baduta yang perlu segera mendapatkan perlindungan imunisasi lengkap hingga akhir periode semester pertama tahun ini.
Langkah visitasi maraton ini sejalan dengan tema pembangunan daerah "Membangun Kampar dengan Hati". Selain penguatan infrastruktur di 31 Puskesmas, Dinkes Kampar juga baru saja melakukan penyegaran organisasi melalui serah terima jabatan pada posisi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK).
Perubahan struktural ini diharapkan mampu mengakselerasi transformasi layanan primer, terutama dalam mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui layanan cek kesehatan gratis yang terus digalakkan di berbagai titik keramaian masyarakat.
"Puskesmas adalah garda terdepan. Jika di hulu perizinan dan mutunya sudah kita kunci dengan ketat, maka derajat kesehatan warga Kampar secara otomatis akan meningkat," tutup dr. Asmara.
#Pemkab Kampar