Menjelajah 'Raja Ampat' hingga Candi Tertua, Pesona Kampar yang Siap Mendunia

Menjelajah 'Raja Ampat' hingga Candi Tertua, Pesona Kampar yang Siap Mendunia

PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR - Kabupaten Kampar, Riau, tengah bersiap memperkuat posisinya di kancah nasional melalui optimalisasi sektor kebudayaan dan pariwisata. Pemerintah daerah setempat kini mulai mengarahkan potensi lokal sebagai instrumen diplomasi daerah yang strategis.

 

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Afdal, menyatakan bahwa wilayahnya memiliki modalitas yang lengkap untuk bersaing secara global.

 

"Kampar memiliki segalanya; potensinya ada, produknya luar biasa, kebudayaan ada, pariwisata ada," ujar Afdal, Senin (6/4).

 

Langkah konkret yang diambil mencakup aktivasi peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) hingga ke tingkat desa. Pemerintah daerah mendorong promosi masif agar daya tarik wisata tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan menjangkau pelosok desa untuk menciptakan pemerataan ekonomi.

 

Untuk merealisasikan target tersebut, berikut adalah deretan destinasi wisata di Kampar yang kini menjadi ujung tombak promosi daerah, yaitu Candi Muara Takus, Situs candi Buddha tertua di Sumatera ini merupakan ikon sejarah yang menegaskan kedalaman akar budaya Kampar di masa lampau.

 

Kemudian, puncak Kompe, sering dijuluki sebagai "Raja Ampat-nya Kampar", destinasi ini menawarkan gugusan pulau kecil di tengah waduk PLTA Koto Panjang yang memanjakan mata. Selain itu, ada uga Sungai Gulamo, menawarkan pengalaman body rafting di antara tebing-tebing batu tinggi yang menyerupai Green Canyon, lengkap dengan airnya yang jernih.

 

Selanjutnya Ulu Kasok, memiliki titik pandang populer bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam perbukitan dan perairan dari ketinggian dan Air Terjun Panisan, destinasi bagi pencinta petualangan yang menyuguhkan keasrian alam hutan tropis Kampar yang masih terjaga, serta masih banyak lagi wisata lain yang menarik perhatian wisatawan.

 

Upaya memperkuat peran nasional ini dilakukan dengan memastikan bahwa setiap desa wisata memiliki narasi yang kuat. Pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Pokdarwis diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

 

 

 

Dengan kekayaan budaya dan alam yang melimpah, Kampar optimistis mampu bertransformasi menjadi magnet wisata baru yang tidak hanya memperkuat identitas Riau, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi ekonomi kreatif nasional. Adakalanya, kehebatan suatu daerah memang tidak butuh suara lantang untuk dikenal-cukup dengan pesona yang tertata, dunia akan datang dengan sendirinya.

#Pemkab Kampar