PARADIGMANEWS.COM, KAMPAR - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kampar terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen jaminan sosial umat. Melalui program 'Kampar Peduli', BAZNAS menyalurkan bantuan rutin bulanan senilai ratusan juta rupiah yang menyasar ratusan warga lanjut usia (jompo) dan penyandang disabilitas di seluruh pelosok desa di Kabupaten Kampar.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kampar, Purwadi, S.P, M.Si, menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi nyata dari amanah para muzakki (pembayar zakat). Dana zakat yang dihimpun kemudian dikembalikan kepada mereka yang berhak (mustahik) dalam bentuk dukungan ekonomi langsung.
"Ini adalah bentuk implementasi dana zakat yang diserahkan umat melalui BAZNAS. Kami mengemasnya dalam program bantuan khusus agar manfaatnya terasa langsung bagi mereka yang membutuhkan," ujar Purwadi dalam keterangannya, Selasa (7/4).
Secara teknis, Purwadi merinci bahwa alokasi bantuan kali ini menyentuh angka Rp114,3 juta. Dana tersebut didistribusikan kepada 250 warga jompo dengan total nilai Rp81,2 juta, serta 84 penyandang disabilitas dengan total Rp27,1 juta. Setiap penerima manfaat mendapatkan santunan berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Untuk menjaga konsistensi pelayanan, BAZNAS Kampar menetapkan jadwal distribusi rutin pada setiap tanggal 5 awal bulan. Bagi penerima yang berada di wilayah Bangkinang, bantuan dapat diambil langsung di Kantor BAZNAS. Bagi warga di desa-desa terpencil yang sulit menjangkau pusat kota, bantuan disalurkan melalui transfer rekening guna memastikan hak mereka tiba tepat waktu tanpa terkendala jarak.
Program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bagian dari upaya memperpendek celah kesenjangan sosial melalui syariat Islam. Purwadi berharap, dana yang terkumpul dari keringat para pembayar zakat ini dapat menjadi penyambung nafas bagi warga rentan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Langkah BAZNAS Kampar ini menjadi pengingat bahwa di balik harta yang dimiliki seseorang, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Sebuah sentilan elegan bagi kita semua: bahwa kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari sujudnya, tetapi juga dari sejauh mana tangannya terulur bagi mereka yang tak berdaya.
#Pemkab Kampar